Terkadan kegagalan membuat kita lupa akan kekuasaan Tuhan, kita kadang berfikir bahwa Allah gak sayang kepada kita, yg tak membiarkan kita meraih sesuatu yg sangat kita inginkan, namun kita menepis jauh pkiran picik macam itu, karna apa yang Allah rencanakan buat kita itulah yg terbaik, karna Dia lebh tau ap yg akan terjadi, tapi meskipun demikian kta jangan pernah putus asah, berjuang dan berdoa niscaya Allah akan mengabulkan doa kita.
ibarat orang tua nih, seorang ayah tidak akan membelikan motor untuk anaknya jika dia belum yakin anak itu mampu mengendarainya sekalipun dia mampu untuk membelikannya, mungkin seperti itulah gambaran bahwa Allah tak pernah tìdak sayang kepada hambanya, kegagalan dan keberhasilan dan segala yg dberikan Allah kepada kita sesungguhnya hanyalah ujian semata untuk menilai taraf keimanan kita.
hidup adalah perjuangan, dan perjuangan jg dbarengi dng doa, karn sekeras apa pun kita berjuan jika Allah belum menghendaki maka semua akan sia-sia. berdoa adalah wujud kelemahan kta sebagai hamba, kita serahkan smua pada Allah,
hmm postingan ini gak bermutu bnget yah, haha juga amatiran namun aku sdah ckup puas dan tak blajar dan brusaha untuk lebh baìk lagi. thanks buat yg sempat baca.
Makasih
Selasa, 10 Mei 2011
Perjuangan dan Doa
Terkadan kegagalan membuat kita lupa akan kekuasaan Tuhan, kita kadang berfikir bahwa Allah gak sayang kepada kita, yg tak membiarkan kita meraih sesuatu yg sangat kita inginkan, namun kita menepis jauh pkiran picik macam itu, karna apa yang Allah rencanakan buat kita itulah yg terbaik, karna Dia lebh tau ap yg akan terjadi, tapi meskipun demikian kta jangan pernah putus asah, berjuang dan berdoa niscaya Allah akan mengabulkan doa kita.
ibarat orang tua nih, seorang ayah tidak akan membelikan motor untuk anaknya jika dia belum yakin anak itu mampu mengendarainya sekalipun dia mampu untuk membelikannya, mungkin seperti itulah gambaran bahwa Allah tak pernah tìdak sayang kepada hambanya, kegagalan dan keberhasilan dan segala yg dberikan Allah kepada kita sesungguhnya hanyalah ujian semata untuk menilai taraf keimanan kita.
hidup adalah perjuangan, dan perjuangan jg dbarengi dng doa, karn sekeras apa pun kita berjuan jika Allah belum menghendaki maka semua akan sia-sia. berdoa adalah wujud kelemahan kta sebagai hamba, kita serahkan smua pada Allah,
hmm postingan ini gak bermutu bnget yah, haha juga amatiran namun aku sdah ckup puas dan tak blajar dan brusaha untuk lebh baìk lagi. thanks buat yg sempat baca.
ibarat orang tua nih, seorang ayah tidak akan membelikan motor untuk anaknya jika dia belum yakin anak itu mampu mengendarainya sekalipun dia mampu untuk membelikannya, mungkin seperti itulah gambaran bahwa Allah tak pernah tìdak sayang kepada hambanya, kegagalan dan keberhasilan dan segala yg dberikan Allah kepada kita sesungguhnya hanyalah ujian semata untuk menilai taraf keimanan kita.
hidup adalah perjuangan, dan perjuangan jg dbarengi dng doa, karn sekeras apa pun kita berjuan jika Allah belum menghendaki maka semua akan sia-sia. berdoa adalah wujud kelemahan kta sebagai hamba, kita serahkan smua pada Allah,
hmm postingan ini gak bermutu bnget yah, haha juga amatiran namun aku sdah ckup puas dan tak blajar dan brusaha untuk lebh baìk lagi. thanks buat yg sempat baca.
Kamis, 05 Mei 2011
DESAKU YG KUCINTA
Haha kayak lagu aja yah, jdi teringat masa SD dulu dengan lagu itu klu tdak salah liriknya kayak gini nih
''desaku yang kucinta, pujaan hatiku,
tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku,''
ingatnya cuma yg itu aja, hmm ''desaku'' begitulah kira-kira sebutan bumi tempat aku dlahirkan dan dibesarkan, dmana kulalui masa kanak2 yang begitu indah jauh dari keramaian kota namun bgitu indah terasa, masih bisa menikmati sejuknya embun pagi, bermain dhutan dan pegunungan disiang hari, mengejar kupu2, brmain petak umpet brsama teman-teman, mengejar kunang2 dmalam hari, mencari jangkrik dkebun, rasanya baru kemarin masa-masa itu kulewati, tapi ternyata sudah 10 tahun yang lalu, apakah semua itu masih ada didesaku saat ini, ataukah mungkin gunung2 telah dtebang menjadi marmer, hutan2 menjadi kebun atau pemukiman? kupu2 brganti kndraan yg lalu lalang? permainan petak umpet tergntikan oleh playstation dan internet? kunang2 brganti kerlap-kerlìp lampu jalan?
desaku meski sekarang sudah maju tapi tetap dengan nama yg dulu BARA BATU, yang artinya benteng batu yang konon katanya pada saman penjajahan djadikan benten pertahanan oleh pejuang lokal kab. pangkep, dsnana masih dtemukan sisa2 benteng tersebut brupa susunan bongkahan batu yang sudah brserakan, sepintas nama desa bara batu terdengar sangat primitif dan terbelakang, tapi jangan salah desa bara batu merupakan salah satu desa industri yang ada dkab. pangkep dmana terdapat 4 buah perusahaan marmer, hal inilah yang membawa perubahan besar bagi masyarakat desaku selama 10 tahun terakhir. secara ekonomi sih mungkin merupakan kemajuan, tapi dari segi lingkungan sudah sangat merusak, betapa tdak, gunung2 habis dtebang bahkan diagali ke akar2nya. kalau misalnya nih pohon yg dtebang kan mash bisa dtanam lagi, sedangkan kalau gunung? siapa yang bisa menanam kembali?
desaku yang kucinta, kemajuan yang sunggu memprihatinkan, aku lebih suka desaku yang dulu, dan lebih rindu lagi masa kecilku yang dulu, masa itu takkan pernah kembali begitu pun keasrian desaku, hanya tinggal nama ''desa bara batu'' yang batunya dikuras habis dikirim keluar daerah bahkan keluar negeri yang menyisahkan puing puing dan kerusakan alam yg sangat memprihatinkan, gunung adalah paku buana, dmana jika paku dcabut bumi akan goyah, itulah kelak dampak dari semua ini.
maaf bagi yang sempat membaca mungkin ini bcaan yg membosankan, cuma sekedar gambaran desa aku yg rusak karna kemajuan industri. terima kasih mohon koment dan kritiknx
''desaku yang kucinta, pujaan hatiku,
tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku,''
ingatnya cuma yg itu aja, hmm ''desaku'' begitulah kira-kira sebutan bumi tempat aku dlahirkan dan dibesarkan, dmana kulalui masa kanak2 yang begitu indah jauh dari keramaian kota namun bgitu indah terasa, masih bisa menikmati sejuknya embun pagi, bermain dhutan dan pegunungan disiang hari, mengejar kupu2, brmain petak umpet brsama teman-teman, mengejar kunang2 dmalam hari, mencari jangkrik dkebun, rasanya baru kemarin masa-masa itu kulewati, tapi ternyata sudah 10 tahun yang lalu, apakah semua itu masih ada didesaku saat ini, ataukah mungkin gunung2 telah dtebang menjadi marmer, hutan2 menjadi kebun atau pemukiman? kupu2 brganti kndraan yg lalu lalang? permainan petak umpet tergntikan oleh playstation dan internet? kunang2 brganti kerlap-kerlìp lampu jalan?
desaku meski sekarang sudah maju tapi tetap dengan nama yg dulu BARA BATU, yang artinya benteng batu yang konon katanya pada saman penjajahan djadikan benten pertahanan oleh pejuang lokal kab. pangkep, dsnana masih dtemukan sisa2 benteng tersebut brupa susunan bongkahan batu yang sudah brserakan, sepintas nama desa bara batu terdengar sangat primitif dan terbelakang, tapi jangan salah desa bara batu merupakan salah satu desa industri yang ada dkab. pangkep dmana terdapat 4 buah perusahaan marmer, hal inilah yang membawa perubahan besar bagi masyarakat desaku selama 10 tahun terakhir. secara ekonomi sih mungkin merupakan kemajuan, tapi dari segi lingkungan sudah sangat merusak, betapa tdak, gunung2 habis dtebang bahkan diagali ke akar2nya. kalau misalnya nih pohon yg dtebang kan mash bisa dtanam lagi, sedangkan kalau gunung? siapa yang bisa menanam kembali?
desaku yang kucinta, kemajuan yang sunggu memprihatinkan, aku lebih suka desaku yang dulu, dan lebih rindu lagi masa kecilku yang dulu, masa itu takkan pernah kembali begitu pun keasrian desaku, hanya tinggal nama ''desa bara batu'' yang batunya dikuras habis dikirim keluar daerah bahkan keluar negeri yang menyisahkan puing puing dan kerusakan alam yg sangat memprihatinkan, gunung adalah paku buana, dmana jika paku dcabut bumi akan goyah, itulah kelak dampak dari semua ini.
maaf bagi yang sempat membaca mungkin ini bcaan yg membosankan, cuma sekedar gambaran desa aku yg rusak karna kemajuan industri. terima kasih mohon koment dan kritiknx
Langganan:
Komentar (Atom)